Selasa, 27 Maret 2012

Dampak Positif dan Negatif dari Intensifikasi Pertanian

    

Revolusi hijau terdiri dari intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
     Intensifikasi pertanian adalah usaha untuk memperbaiki sistem produksi secara intensif agar memperoleh hasil yang optimal. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul
     Kegiatan intensifikasi pertanian ini menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap produksi dan ekologi di Indonesia. Dampak positif intensifikasi ini, yang merupakan bagian dari Revolusi Hijau, adalah : produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada. Revolusi Hijau (pengembangan lebih banyak pada intensifikasi) di Indonesia telah menyelamatkan 50% jumlah penduduk dari bahaya kelaparan kronis yang dapat berakibat kematian. Apabila Revolusi Hijau tidak dilakukan, Indonesia harus mengimpor beras sebanyak 14 juta ton dari pasar dunia, yang kemungkinan tidak cukup tersedia, atau tidak tersedia devisanya. Dengan tingkat swasembada beras 56% (seandainya tidak ada penerapan Revolusi Hijau), dapat diperkirakan harga beras akan sangat mahal seperti halnya pada tahun 1950-1965, yang akan berakibat pada bahaya kelaparan dan kematian.
     Sedangkan dampak negatif dari intensifikasi pertanian (Revolusi Hijau) adalah :
1.  Dampak pengolahan tanah
              Seringkali terlihat para petani mengolah tanah dengan cara membajak sawah, sawah dialiri air hingga tergenang, dan terkadang kelebihan air dialirkan ke got dan akhirnya masuk ke sungai. Jadi, di sawah terjadi pencucian unsur hara yang selanjutnya dibuang ke sungai sehingga menyebabkan kesuburan tanah menjadi semakin berkurang.
             Keberhasilan meningkatkan hasil panen padi dengan teknologi baru membuat petani cenderung menanam padi lebih sering dalam pola pertanamannya dengan menggantikan tanaman lain yang biasanya tanaman pangan legum. Akibatnya proses penyuburan tanah melambat disamping pengaruhnya menurunkan nilai gizi penduduk berkenaan dengan penurunan bekalan protein.
2.  Dampak pemupukan
            Pemupukan dilakukan untuk memberikan zat makanan yang optimal kepada tanaman agar tanman dengan memberikan hasil yang cukup. Pemupukan dan pupuk buatan dapat menyebabkan tanah menjadi masam.
3.  Dampak pestisida
4.  Dampak pengaturan irigasi
5.  Dampak penggunaan bibit unggul




    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar